Saturday, 19 December 2015

jenis dan fungsi lensa kamera DSLR

INFO-DSLR - Jenis-Jenis Lensa Kamera DSLR Dan Fungsinya. Hal yang wajib betul harus dipahami oleh para pecinta fotografi khususnya para fotografi yang ingin menjadi profesional di dunia fotografi ini. Kenapa wajib ? Karena setiap lensa kamera itu berbeda-beda fungsinya. Dan tentunya setiap lensa tersebut akan menghasilkan gambar yang berbeda. Bukan itu saja, memahami setiap fungsi dari macam-macam jenis kamera dslr ini akan membuat kita lebih tau bagaimana menghasilkan objek yang benar-benar sesuai dengan yang kita harapkan. Meskipun tidak ada rumus pasti mengenai seni, khususnya seni fotografi ini tetapi setiap gambar yang kita hasilkan dengan berbagai macam jenis lensa akan membuat gambar kita terlihat lebih baik jika kita menggunakan lensa kamera yang tepat.
Jenis-jenis lensa kamera dslr

 

Tetapi kita tidak harus memiliki semua jenis lensa kamera ini, kecuali kita benar-benar membutuhkan semuanya. Apalagi jika budget kita tipis, kita tidak perlu memaksakan untuk beli lensa ini beli lensa itu. Kita hanya perlu memilih salah satu dari sekian jenis lensa yang benar-benar kita butuhkan dan kita inginkan.

Saya dan teman-teman saya mengakali hal ini dengan cara membuat tim fotografi dan setiap orang memiliki lensa yang berbeda-beda, jadi kita bisa saling bertukar lensa dengan teman-teman lainnya ( Kamera harus 1 merk ).

Nah dibawah ini akan saya jelaskan beberapa jenis lensa DLSR/SLR beserta fungsinya :

1. LENSA KIT / LENSA NORMAL
Lensa ini memiliki ukuran 50-55mm. Lensa ini menghasilkan gambar dengan karakter normal/natural, seperti apa yang dilihat oleh mata kita.
Lensa KIT / Lensa NORMAL
Lensa KIT / Lensa NORMAL
Lensa ini berfungsi memetakan citra yang yang terlihat seperti perspektif pandang normal mata manusia. Hal ini didapat karena panjang fokus lensa sebanding dengan jarak diagonal bidang fokal dengan sudut pandang diagonal sekitar 53 derajat.

2. LENSA FIXED / LENSA TETAP
Apa itu lensa Fixed? Lensa Fixed juga sering disebut Lensa Prime karena dalam istilah lensa Prime adalah lawan kata dari Zoom. Lensa Fixed/Prime adalah lensa yang memiliki satu focal length  tunggal/panjang fokus tunggal. Lensa ini memiliki nilai lebih pada ketajaman gambar yang dihasilkannya.
Contoh lensa Fixed/Prime adalah lensa Nikon 35mm f/1.4G, Canon 50mm f/1.8, dll.
Lensa Fixed/Prime
Lensa Fixed/Prime
Dari segi harga lensa Fixed/Prime lebih terjangkau karena lensa jenis satu ini memiliki konstruksi dan mekanisme yang lebih simple dibandingkan lensa lainnya.
Salah satu keunikan yang paling diminati dari lensa ini adalah kualitas bokeh yang dihasilkan sangat bagus.

3. LENSA FISH EYE / LENSA MATA IKAN
Kenapa dinamakan lensa mata ikan? Mungkin karena gambar yang dihasilkan oleh lensa ini berbentuk seperti pandangan mata ikan. Lensa ini merupakan lensa jenis Wide Angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa Fish Eye ini memberikan kepada kita pandangan sebesar 180 derajat.
Lensa Fisheye
Lensa Fisheye
Gambar yang dihasilkan dari lensa ini akan berbentuk sedikit melengkung, menjadi lebih oval dan nampak seperti gepeng.

Lensa Fish Eye adalah lensa sudut lebar dengan sudut pandang hemisoeris yang sangat lebar. Sebenarnya lensa ini pertama kali di design untuk kepentingan meteorologi untuk mempelajari barisan awan dan pertama kali di namakan "whole-sky lenses", lensa ini kemudian menjadi semakin populer pada para pecinta fotografi karena distorsi citranya yang khas.

4. LENSA AMBIGUITAS / PRIME LENS

Lensa ini pada awalnya mempunyai arti lensa utama pada sebuah kombinasi sistem lensa. Ketika sebuah lensa digunakan misalnya dengan telekonverter, maka lensa tersebut sering disebut dengan prime lens yang berarti lensa yang utama, sedangkan teleconverter sebagai komponen tambahan saja.
 
Lensa Prime
Lensa Prime
Kebanyakan para pabrikan lensa masih memasarkan produk lensa variabel mereka dengan istilah variable prime sehingga seakan menimbulkan kesan prduk tersebut berupa lensa parfokal.

5. LENSA PARFOKAL
Lensa Parfocal
Lensa Parfocal
Lensa Parfokal adalah lensa yang mempunyai fungsi mempertahankan ketajaman bidang fokusnya walaupun terjadi perubahan pada panjang fokus lensa.

6. LENSA ZOOM
Lensa Zoom adalah lensa yang terdiri dari gabungan lensa standar, lensa wide angle dan lensa tele. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range/jangkauan lensa yang cukup lebar. Lensa zoom terbilang sering digunakan karena pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai yang dibutuhkannya.
Lensa Zoom
Lensa Zoom
Dengan kata lain lensa Zoom meruapakan lensa yang tidak dapat mempertahankan bidang fokus pada saat terjadi perubahan panjang fokus karena posisi bidang fokal juga ikut tergeser, sehingga diperlukan pemfokusan ulang setiap terjadi perubahan pada panjang fokus.

Pada lensa ini panjang fokus dari lensa variabel tidak tunggal, tetapi dapat diubah-ubah pada rentang tertentu dari nilai minimum ke nilai maksimumnya.

7. LENSA TELE

Lensa Tele adalah merupakan kebalikan dari lensa Wide Angle. Lensa ini berfungsi mendekatkan subjek, namun akan mempersepit sudut pandang. Lensa dengan ukuran 70 mm ke atas bisa dikategorikan kedalam lensa jenis ini. 
Lensa Tele
Lensa Tele
Hasil gambar dari penggunaan lensa ini akan membuat pengaburan pada pandangan sekitarnya karena sudut pandangnya yang sempit. Lensa ini lebih sering digunakan oleh para fotografer untuk mengambil gambar jarak jauhn, seperti foto landscape ataupun candid.

8. LENSA WIDE ANGLE

Nah ini dia jenis lensa yang paling saya sukai. Lensa Wide ANgle berguna untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang yang sempit. Ciri khas dari lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil dari ukuran sebenarnya, Dengan lensa jenis ini, kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa kit (standar). Semakin pendek jarak fokusnya maka semakin lebar pandangannya. Lensa ini memiliki panjang fokus lebih pendek daripada lensa normal, sesuai dengan ukuran bingkai citra pada bidang film pada kamera film, maupun dimensi sensor foto pada bidang fokal pada kamera digital.
Lensa Wide Angle
Lensa Wide Angle
Ukuran dari lensa Wide Angle sendiri sangat beragam mulai dari ukuran 17 mm, 24 mm, 28 mm bahkan 35 mm.

9. LENSA MAKRO

Lensa Makro adalah lensa yang dirancang khusus untuk memotret dari jarak dekat. Dengan lensa ini kita dapat mengambil subjek yang berukuran sangat kecil misalnya semut, kita akan dapat menghasilkan gambar semut yang begitu bagus dengan detail gambar yang begitu menawan.
Lensa Makro
Lensa Makro



Nah itulah beberapa jenis lensa dari kamera dslr/slr yang dapat saya sampaikan. Jika ada informasi yang salah silahkan komentar dibawah, karena saya juga masih belajar dalam dunia fotografi yang terus berkembang ini.

Friday, 18 December 2015

Sejarah Dan Pengertian Flash Dalam Fotografi


Flash atau disebut juga dengan istilah Blitz, merupakan salah satu peralatan dalam fotografi yang berfungsi memberikan bantuan pencahayaan secara elektrik dikala keadaan disekitar kita sangat minim sekali dengan cahaya. Dalam menciptakan karya fotografi adakalanya kita tidak mempergunakan cahaya bantuan berupa cahaya elektrik yaitu flash, tetapi menggunakan cahaya alam dengan mempermainkan pencahayaan yang tepat antara ASA, kecepatan dan diafragma. Tetapi apabila kondisi dalam keadaan yang minim cahaya misalnya pemotretan di dalam ruangan atau didalam rumah maupun di dalam gedung, maka secara otomatis flash sebagai cahaya bantuan tentu kita perlukan terlebih lagi apabila melakukan pemotretan di malam hari berada di luar gedung atau outdor, maka keberadaan flash tidak dapat ditolak lagi.

Pada model kamera Digital Single Lens Reflex atau DSLR yang beredar di tengah masyarakat sudah dilengkapi dengan cahaya bantuan flash.Dalam penggunaannyapun sudah diatur melalui beberapa pemprograman yang telah diseting oleh system kamera itu sendiri. Namun demikian jika kita mempergunakan sistem manual dalam menentukan pencahayaan juga bisa dilakukan dengan cara penghitungan naluri sendiri. Dalam mempergunakan flash yang berasal dari kamera hendaknya diperhatikan besarnya kapasitas kekuatan cahaya flash. Cahaya flash dalam bawaan kamera mempunyai jangkauan antara 1,5 meter hingga maksimal jangkauannya 5 meter. Apabila melakukan pemotretan yang jaraknya lebih dari 5 meter misalnya ketika melakukan pemotretan di sebuah konser musik diatas panggung dimana posisi pemotret berada di jarak 10 meter, maka flash yang ada dikamera tersebut tidak ada artinya atau tidak ada gunanya. Kenyataan itu cahaya flash yang keluar disaat tombol shutter ditekan tidak menjangkau obyek sasaran sehingga hasilnya terlihat under atau kurang cahaya alias gambarnya redup. Sebaliknya jika melakukan pemotretan terlalu dekat dengan obyek maka hasilnya akan menyebabkan over hingga gambarnya terlihat putih keterangan. Dari kenyataan itu, maka dalam mempergunakan flash bawaan kamera agar memperhitungkan secara cermat jarak antara obyek dengan kamera.

SERBUK MAGNESIUM

Jika pada zaman sekarang ini sudah banyak yang mengatasi masalah dalam minimnya cahaya dengan menggunakan lampu flash. Sebelum adanya flash masalah minimnya cahaya di atasi dengan serbuk magnesium. Dengan serbuk magnwsium para fotografer zaman dahulu menyiasati serbuk magnesium tersebut untuk dapat menghasilkan kilatan cahaya yang terang dengan maksud mempersingkat keadaan serta waktu, karena pada saat itu ketika ingin memotret membutuhkan banyak waktu dalam satu kali pengambilan gambar. Serbuk magnesium memang sangat bermanfaat di zaman dahulu. Tetapi sangat disayangkan serbuk ini akan mengeluarkan asap ketika di pakai dan tentu hal itu akan menganggu si fotografer dalam pemakaiannya.

FLASHBULBSeorang berkewarganegaraan Prancis, Chaffour, menemukan cara yang lebih efektif dalam membuat cahaya. Di tahun 1893, ia membuat bohlam berisi pita magnesium dan gas oksigen. Dua bahan tersebut dinamakan flashbulb, di mana ketika itu dapat digunakan untuk pemotretan bawah air.Vierkotter, berkebangsaan Austria menyempurnakan penemuan Chaffour pada tahun 1925.Hingga di tahun 1929, Ostermeier mengisi flashbulb dengan lembaran alumunium kemudian memasarkannya di Jerman. Barulah, di tahun 1939, Harold Edgerton, memperkenalkan kepada khalayak unit lampu kilat elektronik, di mana prinsip kerjanya sama dengan lampu kilat zaman sekarang.

Perlu kamu ketahui bahwa penggunaan flashbulb berbeda dengan lampu kilat zaman sekarang.Ketika itu, flashbulb memakai lembaran atau kawat magnesium dan alumunium untuk menghasilkan kilatan cahaya.Sedangkan lampu kilat zaman sekarang menggunakan tabung atau flashtube yang berisi krypton dan xenon.

MEMAKSIMALKAN FUNGSI FLASH PADA KAMERA

Berbagai cara memaksimalkan fungsi lampu kilat (flash). Lampu kilat pada kamera berfungsi untuk menjadi sumber cahaya sesaat yang bisa membuat obyek yang difoto menjadi terang.Pada kamera modern lampu kilat sudah diberikan berbagai mode lanjutan yang berguna untuk memberikan hasil yang berbeda dan lebih baik. Bagaimana cara memaksimalkan penggunaan lampu kilat pada kamera sehingga dapat memberi hasil yang memuaskan?

Sebelum membahas ke arah sana, kita kenali dulu macam-macam lampu kilat yang ada, yaitu flash yang built-in (menjadi satu dengan kamera) dan flash terpisah (eksternal). Eksternal flash ditenagai dengan baterai tersendiri dan punya mode yang lebih lengkap. Keduanya punya temperatur warna yang sama yaitu di kisaran 5600 Kelvin, namun berbeda dalam intensitas (Guide Number/GN) alias kekuatan flash. Kekuatan flash akan semakin melemah bila jarak dari flash terhadap obyek semakin jauh.

Kekuatan cahaya dari flash diatur dengan dua cara yaitu auto dan manual. Kebanyakan flash adalah auto atau di DSLR disebut dengan TTL. Bila flash diatur secara manual maka ada pilihan untuk mengatur kekuatan flash dari yang terbesar hingga terkecil. Pada kamera yang bekerja otomatis, shutter speed kamera saat memakai flash umumnya adalah 1/60 detik. Apabila hasil foto dengan flash ternyata kurang memuaskan (under atau over), cek apakah di kamera anda ada fasilitas untuk mengkompensasi keluaran flash ke nilai positif dan negatif. Bila ada, maka kita bisa melakukan kompensasi supaya keluaran flash bisa lebih terang atau lebih dikurangi terangnya.

Kondisi yang memerlukan flash di siang hari

Fungsi flash di siang hari lebih banyak dipakai untuk menyeimbangkan kontras, dinamakan sebagai fill-in flash (mengisi daerah yang gelap). Gunakan flash di siang hari bila obyek yang difoto lebih gelap dari latarnya, atau obyek berada di bawah bayang-bayang pohon. Sinar dari flash akan menerangi area yang gelap sehingga bisa didapat gambar yang terang pada obyek dan latarnya.

Fill-flash di siang hari juga bisa untuk membuat langit jadi tampak biru. Seperti yang sudah biasa kita alami, memotret obyek dengan latar langit biru di siang hari cukup sulit. Metering kamera akan berusaha mendapat eksposur yang tepat pada obyek sehingga bila latarnya adalah langit akan menjadi over eksposur. Langkah termudah bagi pemula (dengan kamera saku misalnya) adalah menurunkan Ev ke arah minus hingga langit menjadi biru, meski obyek akan jadi gelap. Tapi jangan kuatir, karena dengan fill-in flash maka obyek yang gelap akan diterangi oleh lampu. Oleh karenanya, pastikan jarak si obyek dalam jangkauan lampu kilat.

Untuk kamera yang dilengkapi manual mode, lakukan tahap-tahap sebagai berikut :

§  set mode dial ke arah manual

§  set shutter di nilai 1/panjang fokal (misal pakai 50mm maka buat speed di 1/50 detik)

§  atur bukaan diafragma hingga light meter menunjukkan nilai under (bisa 1 Ev)

§  atur fokus supaya mengunci di obyek, lakukan rekomposisi bila perlu

§  ambil foto dengan fill-in flash

Bila kamera anda ada tombol AE-lock/AF-lock, cukup manfaatkan tombol ini saja :

§  set tombol AE-L untuk  mode exposure-lock saja (baca lagi buku manual), sedang focus-lock dilakukan dari tombol rana

§  mode dial pada kamera bebas, bisa P (program), A (Aperture) atau S (Shutter)

§  terlebih dahulu lakukan metering ke langit, lalu kunci eksposur dengan tombol AE-L

§  arahkan kamera ke obyek lalu kunci fokus ke obyek, lakukan rekomposisi bila perlu

§  ambil foto dengan fill-in flash

Gunakan mode slow sync supaya latar tidak gelap

Pada kondisi gelap di malam hari, lampu kilat menjadi harapan untuk kita bisa tetap memotret. Namun karena kekuatannya yang terbatas, memotret di malam hari hanya akan memberikan penerangan di obyek yang dekat, sedang latar belakangnya akan gelap. Hal yang mengecewakan adalah saat kita ingin difoto di malam hari dengan latar lampu yang beraneka warna namun ternyata tidak tampak jelas karena gelap.Hal ini karena default setting untuk lampu kilat adalah memakai shutter 1/60 detik.Untuk mendapat foto yang lebih natural, kita perlu menurunkan speed lebih rendah dari nilai default sehingga kamera punya waktu cukup banyak untuk menangkap cahaya sekitar (bila ada) meskipun memakai lampu kilat.

Pada kebanyakan kamera digital modern kini sudah dilengkapi dengan mode slow-sync flash, yang artinya lampu kilat yang digabungkan dengan speed rendah. Yang perlu diperhatikan saat memakai mode ini diantaranya :

§  slow sync artinya memakai shutter speed rendah (antara 1/4 detik hingga 1/30 detik), hindari getaran tangan saat memotret dengan mengaktifkan stabilizer atau gunakan tripod

§  saat memakai mode ini, mintalah si obyek untuk diam sampai flash menyala

§  carilah latar belakang yang memiliki sumber cahaya natural seperti lampu hias atau gedung yang berpendar

Gunakan rear sync (2nd curtain) untuk menangkap jejak dari gerakan

Hampir mirip seperti trik di atas, ada juga kamera yang menyediakan fitur flash advanced yaitu front sync dan rear sync. Sederhananya, perbedaan keduanya adalah pada kapan waktu si lampu itu menyala :

§  Front Sync (1st curtain) adalah default lampu kilat, dia menyala sesaat setelah tombol ditekan dan shutter terbuka

§  Rear Sync (2nd curtain) adalah kondisi sebaliknya, dia menyala sesaat menjelang shutter ditutup.

Perhatikan kedua perbedaan di atas, bila shutter speed yang digunakan tinggi, maka tidak ada perbedaan antara keduanya. Namun saat kita memakai speed rendah (misal 1/2 detik), maka kapan lampu menyala akan memberi perbedaan hasil, apalagi bila ada pergerakan obyek disana. Apalagi mode lanjutan ini disedikan khusus buat memberi kesan bergerak pada sebuah obyek, dengan memanfaatkan speed rendah dan lampu kilat.

Sedangkan Rear Sync akan menembakkan flash saat shutter akan ditutup, sehingga kamera sudah terlebih dahulu merekam jejak gerakan, barulah diakhiri dengan menembakkan lampu kilat. Hasilnya, foto unik dengan kesan gerakan yang terekam apik seperti contoh diatas.

Bouncing untuk hasil foto yang lebih alami

Teknik bouncing memerlukan lampu kilat eksternal yang ditembakkan ke atas, tentunya apabila terdapat langit-langit yang berwarna putih dan ketinggiannya cukup dekat dengan kita. Dengan memantulkan sinar flash ke langit-langit, maka jatuhnya cahaya yang menerangi obyek datang dari atas bukan dari depan. Keuntungannya, cahaya yang mengenai obyek tidak terlalu keras dan lebih merata.

Pisahkan flash dari body

Inilah yang disebut dengan strobist, yaitu berkreasi dengan flash yang dipisah dari bodi. Tujuannya untuk memberikan foto dengan arah datang cahaya yang berbeda dari biasanya. Untuk itu diperlukan kamera dan flash yang mendukung wireless mode. Namun bagi yang kamera atau flashnya tidak mendukung fitur tersebut jangan kecil hati karena kini banyak dijual wireless trigger dan receiver dalam paket yang terjangkau.

Dasar-Dasar dan Cara menggunakan Blitz atau flash


Blitz atau flash diterjemahkan secara bebas menjadi lampu kilat. Ini merupakan satu asesori yang sangat luas dipakai dalam dunia fotografi. Fungsi utamanya adalah untuk meng-illuminate (mencahayai/menerangi) obyek yang kekurangan cahaya agar terekspos dengan baik. Tetapi belakangan penggunaannya mulai meluas untuk menghasilkan foto-foto artistik. Bagaimanapun juga, flash photography adalah satu hal yang perlu dipelajari. Sebagian besar dari pembaca tentunya sudah sering menggunakan flash dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik juga, tetapi tulisan ini akan membahas dasar-dasar pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan flash dengan benar. Benar dalam artian secara teori dapat diterima dan benar dalam artian menggunakan suatu dasar yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Menggunakan lampu kilat bukan hanya sekedar menyalakan lampu kilat tersebut, mengarahkan kamera kemudian klik dan jadilah satu foto yang terang serta indah, tetapi ada hal-hal yang perlu kita ketahui demi mendapat karya foto yang baik dan benar tersebut. Baik kita memandang kamera digital sebagai seni atau teknologi, flash tetap adalah satu sarana mempermudah, mengoptimalkan, dan meningkatkan kreativitas.
 

Meter, Aperture, dan Shutter Speed

Fotografi secara ringkas sering didefinisikan sebagai ilmu melukis dengan menggunakan cahaya. Pada fotografi konvensional menggunakan film, kita ‘melukis’ dengan cahaya pada lapisan film. Istilahnya adalah membakar secara permanen film tersebut dengan menggunakan cahaya dengan intensitas tertentu. Intensitas cahaya yang masuk mengenai film atau CCD/CMOS pada kamera digital ini harus tepat. Pencahayaan berlebih akan menyebabkan hasil foto washed-out (lazim disebut over-exposure/OE) dan pencahayaan kurang akan menyebabkan hasil foto gelap (lazim disebut under-exposure/UE). Lalu bagaimana mendapatkan cahaya yang tepat?

Kita mengenal apa yang disebut lightmeter dalam dunia fotografi. Lightmeter ada yang built-in di dalam bodi kamera dan ada pula yang handheld. Yang biasa kita gunakan adalah lightmeter built-in tersebut. Kita menggunakan lightmeter untuk mengukur cahaya reflektif yang masuk ke dalam lensa kita (kalau TTL) dan prosesor kamera akan menentukan apakah sudah sesuai dengan jenis film yang terpasang dalam kamera kita. Pada modus auto atau programmed auto, secara otomatis kamera akan mencarikan kombinasi yang tepat antara f/stop dan shutter speed (penjelasan menyusul). Pada modus aperture priority (A/Av) kamera akan menggunakan f/stop yang kita pilih dan menentukan shutter speed yang cocok. Sebaliknya, pada modus shutter speed priority (S/Tv) kamera akan menggunakan shutter speed yang kita pilih dan menentukan aperture yang tepat. Pada modus manual (M) kita akan harus menentukan kombinasi yang tepat dipandu oleh meter kamera tersebut.

Aperture atau bukaan rana merupakan lebarnya lubang yang dibuka oleh kamera untuk mengizinkan cahaya masuk. Biasanya disimbolkan dengan angka f/stop. Angka ini sebenarnya merupakan hasil kelipatan dari sqrt(2). Yang lazim digunakan biasanya dimulai dari 1.4, 2, 2.8, 4, 5.6, 8, 11, 16, 22, dst. Yang perlu diingat, semakin besar angkanya semakin kecil bukaannya. Karena itu biasa ditulis sebagai penyebut pecahan seperti f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16, f/22, dst. Aperture ini juga berkaitan dengan DoF (Depth of Field) atau ruang tajam yang bisa kita definisikan sebagai ruangan di depan dan belakang obyek yang masih masuk dalam jangkauan focus. DoF ini sendiri dipengaruhi oleh 3 hal yaitu:
 f/stop dimana f/ yang lebih besar akan memberikan DoF yang lebih lebar (semakin banyak daerah focus).
 Jarak obyek dimana obyek yang focus lebih jauh akan menyebabkan DoF juga semakin lebar.
 Penggunaan lensa dimana lensa tele akan memberikan DoF lebih sempit daripada lensa sudut lebar (wide angle).

Shutter speed atau kecepatan rana adalah lamanya tirai rana dibuka untuk mengizinkan cahaya masuk. Angka ini disimbolkan dengan satuan detik dan kenaikan/penurunan dalam bentuk kelipatan ½. Contoh: 30s, 15s, 8s, 4s, 2s, 1s, 1/2s, 1/4s, 1/8s, 1/15s, 1/30s, 1/60s, 1/125s, 1/250s, 1/500s, 1/1000s, 1/2000s, 1/4000s, dst. Semakin lambat maka cahaya yang masuk semakin banyak.

Yang diukur oleh meter kamera itulah intensitas cahaya yang masuk itu. Jika meter menunjukkan kekurangan cahaya maka kita bisa memperkecil f/stop atau memperlambat shutter speed. Sebaliknya jika meter menunjukkan kelebihan cahaya maka kita bisa memperbesar f/stop atau mempercepat shutter speed. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa semakin lambat shutter speed maka semakin besar peluang obyek kabur karena gerakan tangan, getaran kamera, atau gerakan obyek itu sendiri.



Blitz dan GN

Untuk membagi/mengklasifikasikan blitz, ada beberapa klasifikasi yang dapat digunakan. Yang pertama, berdasarkan ketersediaan dalam kamera maka blitz dibagi menjadi built-in flash dan eksternal. Flash built-in berasal dari kameranya sendiri sedangkan blitz eksternal adalah blitz tambahan yang disambung menggunakan kabel atau hot shoe ke kamera. Selain itu, kita juga dapat membaginya berdasarkan tipe/merk kamera. Kita mengenal dedicated flash dan non-dedicated flash. Dedicated flash adalah flash yang dibuat khusus untuk menggunakan fitur-fitur tertentu dalam suatu kamera spesifik. Biasanya produsen kamera mengeluarkan blitz yang spesifik juga untuk jajaran kameranya dan dapat menggunakan fitur-fitur seperti TTL, slow sync atau rear sync, dll. Sedangkan blitz non-dedicated memiliki fungsi-fungsi umum saja dari kebanyakan kamera dan bisa digunakan terlepas dari tipe/merk kamera. Flash jenis inilah yang biasanya membutuhkan banyak perhitungan karena flash yang sudah dedicated sudah mendapat informasi pencahayaan dari kamera sehingga tidak membutuhkan setting tambahan lagi. Ada juga flash yang kekuatan outputnya (GN) bisa diatur dan ada juga yang tidak bisa (fixed GN). Kita akan cenderung lebih banyak membicarakan tentang flash yang non-dedicated, non-TTL, dan fixed GN.

Dalam fotografi menggunakan blitz, kita tidak akan lepas dari kalkulasi-kalkulasi yang berkaitan dengan intensitas cahaya yang terefleksi balik dari obyek yang kita cahayai. Karena itu, kita akan berjumpa dengan apa yang sering disebut GN (Guide Number) atau kekuatan flash. Secara singkat kita dapat katakan kalau flashnya berkekuatan besar, maka akan dapat mencahayai satu obyek dengan lebih terang dan bisa menjangkau obyek yang lebih jauh.

GN pada dasarnya merupakan perhitungan sederhana kekuatan flash. Kita mengenal 2 macam penulisan GN yaitu dengan menggunakan perhitungan satuan yang berbeda yaitu m (meter) dan feet (kaki). Lazimnya di Indonesia kita menggunakan hitungan dengan m. Ini merupakan salah satu pertimbangan juga karena untuk flash dengan kekuatan sama, angka GN m dan feet berbeda jauh. Selain itu, umumnya GN ditulis untuk pemakaian film dengan ISO/ASA 100 dan sudut lebar (35mm/24mm/20mm).

GN merupakan hasil kali antara jarak dengan bukaan (f/ stop atau aperture) pada kondisi tertentu (ISO/ASA 100/35mm/m atau ISO/ASA 100/35mm/feet). Sebagai contoh, jika kita ingin menggunakan flash untuk memotret seseorang yang berdiri pada jarak 5m dari kita menggunakan lensa 35mm dan kita ingin menggunakan f/2.8 maka kita memerlukan flash ber-GN 14. Penghitungan yang biasa digunakan biasanya justru mencari aperture tepat untuk blitz tertentu. Misalnya, dengan blitz GN 28 maka untuk memotret obyek berjarak 5m tersebut kita akan menggunakan f/5.6.

GN ini hanya merupakan suatu panduan bagi fotografer. Bukan harga mati. Yang mempengaruhinya ada beberapa. Salah satunya adalah ISO/ASA yang digunakan. Setiap peningkatan 1 stop pada ISO/ASA akan menyebabkan GN bertambah sebesar sqrt(2) atau sekitar 1,4 kali (atau jarak terjauh dikali 1.4) dan peningkatan 2 stop pada ISO/ASA akan menyebabkan GN bertambah 2 kali (atau jarak terjauh dikali 2).



Film SLRs vs. Prosumer Digital Camera vs. DSLRs

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa kamera film dan kamera digital berbeda. Di dalam kamera digital sendiri, ada perbedaan antara kamera poket (dalam hal ini yang biasanya bisa menggunakan flash tambahan adalah PDC/Prosumer Digital Camera)) dan Digital SLR (DSLR). Perbedaan pertama tentu saja dalam hal perbandingan ukuran sensor/film dengan lensa. Karena sensor kamera digital lebih kecil daripada film 35mm, maka kita akan terjebak pada perbandingan panjang lensa yang berbeda. Untuk mendapatkan suatu sudut yang sama misalnya 35mm, maka pada kamera dengan sensor 1/1.8” akan menggunakan lensa sekitar 7.5mm, D100 akan menggunakan lensa 24mm dan 10D akan menggunakan lensa 20mm. Inilah panjang lensa efektif untuk mulai perhitungan menggunakan GN flash tersebut.

Kedua, zooming. Pada PDC, zooming akan menyebabkan perubahan f/stop menjadi lebih lambat (angka besar) dan demikian juga dengan pemakaian zoom konsumer pada SLR/DSLR. Sebagai contoh, kita mengenal lensa 35-70 f/3.3-f.5. Artinya, bukaan terbesar pada 35mm adalah f/3.3 dan bukaan terbesar pada 70mm adalah f/4.5. Ini tentunya akan berpengaruh pada obyek yang ingin difoto.

Penggunaan zoom pada kamera biasanya dibarengi dengan penggunaan zoom head pada flash. Lensa tele/zoom akan mempersempit sudut cakupan lensa dan zoom head pada flash akan mempersempit dispersi cahaya flash itu yang dengan kata lain menambah intensitasnya sehingga bisa menjangkau lebih jauh. Zoom head pada posisi tele dan lensa pada posisi wide akan menyebabkan ada bagian foto yang tidak mendapat cahaya atau kita kenal dengan istilah vignet. Zoom head pada posisi wide dan lensa pada posisi tele akan menyebabkan cahaya flash tidak bisa menjangkau obyek yang jauh (after all, ini gunanya lensa tele kan? Untuk memotret obyek yang jauh?). Selain itu ini juga yang akan terjadi jika lensa 35mm kita pasangkan pada DSLR kemudian kita melakukan penghitungan flash tetap dengan menggunakan perhitungan untuk SLR biasa karena sudutnya sebenarnya sudah setara 50mm atau lebih (tergantung faktor pengalinya). Sebenarnya tidak ada masalah berarti yang muncul, tetapi kita ‘menghamburkan’ cahaya tersebut secara sia-sia saja.

Belajar Dasar-Dasar Fotografi Dan Sudut Pengambilan Gambar

Dalam dunia fotografi tidak sedikit fotografer apalagi yang masih pemula, seolah terlena pada hal-hal yang bersifat teknis saja, seperti mengatur bukaan diafragma, pengaturan kecepatan, dan pengaturan jarak. Mungkin juga, selama ini tidak terpikirkan bahwa di dalam foto itu terkandung nilai-nilai tertentu yang dapat membuat foto itu bagus atau sebaliknya menjadi berantakan. Salah satunya adalah pengaturan komposisi. Mungkin belum pernah membayangkan, bahwa dengan pengaturan komposisi sesungguhnya dapat ditonjolkan subjek utama. Bahkan tidak jarang akan mendukung keberhasilan foto-foto yang kita buat.
Definisi Komposisi
Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, bentuk, warna, terang dan gelap. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact (sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto). Dengan komposisi, foto akan tampak lebih menarik dan enak dipandang  dengan pengaturan letak dan perbandaingan objek-objek yang mendukung dalam suatu foto. Dengan demikian perlu menata sedemikian rupa agar tujuan dapat tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatu mengejutkan. Dalam komposisi selalu ada satu titik perhatian yang pertama menarik perhatian.
Tujuan Mengatur Komposisi Dalam Fotografi
1.    Dengan mengatur komposisi foto, kita juga dapat membangun “mood” suatu foto dan keseimbangan keseluruhan objek foto.
2.    Menyusun perwujudan ide menjadi sebuah penyusunan gambar yang baik sehingga terwujud sebuah kesatuan (unity) dalam karya.
3.    Melatih kepekaan mata untuk menangkap berbagai unsur dan mengasah rasa estetik dalam pribadi pemotret.
Jenis-Jenis Komposisi :
  1. Garis
Komposisi ini terbentuk dari pengemasan garis secara dinamis baik garis lurus, melingkar / melengkung. Biasanya komposisi ini bisa menimbulkan kesan kedalaman dan kesan gerak pada sebuah objek foto. Ketika garis-garis itu digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah foto menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.
  1. Bentuk
Komposisi ini biasanya dipakai fotografer untuk memberikan penekanan secara visual kualitas abstrak terhadap sebuah objek foto. Biasanya bentuk yang paling sering dijadikan sebagai komposisi adalah kotak dan lingkaran.
  1. Warna
Warna memberikan sebuah kesan yang elegan dan dinamis pada sebuah foto apabila dikomposisikan dengan baik. Kadang kala komposisi warna dapat pula memberikan kesan anggun serta mampu dengan sempurna memunculkan “mood color” (keserasian warna) sebuah foto terutama pada foto – foto “pictorial” (Foto yang menonjolkan unsur keindahan)
  1. Gelap dan Terang
Komposisi ini sebenarnya dipakai oleh fotografer pada era fotografi analog masih berkembang pesat terutama pada pemotretan hitam putih. Namun, sekarang ini, ditengah – tengah era digital komposisi ini mulai diterapkan kembali. Kini pengkomposisian gelap dan terang digunakan sebagai penekanan visualitas sebuah objek. Kita dapat menggunakan komposisi ini dengan baik apabila kita mampu memperhatikan kontras sebuah objek dan harus memperhatikan lingkungan sekitar objek yang dirasa mengganggu yang sekiranya menjadikan permainan gelap terang sebuah foto akan hilang.
  1. Tekstur
Yaitu tatanan yang memberikan ksan tentang keadaan prmukaan suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut,dsb). Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.

Penerapan Komposisi Dalam Pemotretan
Dalam pengemasan sebuah foto agar terkesan dinamis dan menimbulkan keserasian perlu sebuah pemahaman tentang kaidah – kaidah tentang komposisi. Yang antara lain:
Ø   Rule of Thirds  (Sepertiga Bagian / Rumus Pertigaan)
Pada aturan umum fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang umum dilakukan dimana kita selalu menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto

Ø   Sudut Pemotretan (Angle of View)
Salah satu unsur yang membangun sebuah komposisi foto adalah sudut pengambilan objek. Sudut pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Maka dari itu jika kita mendapatkan satu moment dan ingin mendapatkan hasil yang terbaik,
jangan pernah takut untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Mulailah dari yang standar (sejajar dengan objek), kemudian cobalah dengan berbagai sudut pandang dari atas, bawah, samping sampai kepada sudut yang ekstrim.

Ø   Format : Horizontal dan vertikal
Proposi pesrsegi panjang pada view vender pada kamera memungkinkan kita untuk memotret dengan menggunakan format landscape(horisontal) maupun portrait (vertikal). Format pengambilan gambar dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir.

Ø   Dimensi
Meskipun foto bercerita dua dimensi, yang artinya semua terekam diatas satu bidang. Namun, sebenarnya foto dapat dibuat terkesan memiliki kedalaman, seolah-olah dimensi ketiga. Unsur utama membentuk dimensi adalah jarak, Dimensi dapat terbentuk apabila adanya jarak, jika kita menampilkan suatu obyek dalam suatu dimensi maka akan terbentuk jarak dalam setiap elemennya. Untuk membuat suatu dimensi diperlukan adanya permainan ruang tajam, permainan gelap terang dan garis.

Sudut Pengambilan Gambar ( Camera Angle )
Dalam fotografi agar foto yang kita hasilkan memiliki nilai dan terkesan indah harus diperhatikan mengenai masalah penggunaan sudut pengambilan gambar yang baik. Dalam fotografi dikenal 3 sudut pengambilan gambar yang mendasar, yaitu:
§   Bird Eye
Sudut pengambilan gambar ini, posisi objek dibawah / lebih rendah dari kita berdiri. Biasanya sudut pengmbilan gambar ini digunakan untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan objek (HI), elemen apa saja yang ada disekitar objek, dan pemberian kesan perbandingan antara overview (keseluruhan) lingkungan dengan POI (Point Of Interest).
§   High Angle
Pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.
§   Eye Level
Sudut pengembilan gambar yang dimana objek dan kamera sejajar /  sama seperti mata memandang. Biasanya digunakan untuk menghasilkan kesan menyeluruh dan merata terhadap background sebuah objek, menonjolkan sisi ekspresif dari sebuah objek (HI), dan biasanya sudut pemotretan ini juga dimaksudkan untuk memposisikan kamera sejajar dengan mata objek yang lebih rendah dari pada kita missal, anak – anak.
§   Low Angle
Pemotretan dilakukan dari bawah. Sudut pemotretan yang dimana objek lebih tinggi dari posisi kamera. Sudut pengembilan gambar ini digunakan untuk memotret arsitektur sebuah bagunan agar terkesan kokoh, megah dan menjulang. Namu, tidak menutup kemungkinan dapat pula digunakan untuk pemotretan model agar terkesan elegan dan anggun.
§   Frog Eye
Sudut penglihatan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan ke atas. Biasanya memotret seperti ini dilakukan dalam peperangan dan untuk memotret flora dan fauna.

Field Of View
Beberapa jenis komposisi yang umum digunakan dari segi ukuran (field of view) yang akan diambil adalah sebagai berikut :
a. Extreme Close Up
Pengambilan gambar yang sangat dekat sekali dengan objek, sehingga detil objek seperti pori-pori kulit akan jelas terlihat.
b. Head Shot
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga dagu.
c. Close Up
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga bahu.
d. Medium Close Up
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga dada.
e. Mid Shot (setengah badan)
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga pinggang.
f. Medium Shot (Tiga perempat badan)
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga lutut.

g. Full Shot (Seluruh Badan)
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga kaki.

h. Long Shot
Pengambilan gambar dengan memberikan porsi background atau foreground lebih banyak sehinnga objek terlihat kecil atau jauh.


Beberapa jenis komposisi dari segi banyaknya manusia sebagai objek yang difoto adalah sebagai berikut :
a. One Shot
Pengambilan gambar untuk satu orang sebagai objek.
b. Two Shot
Pengambilan gambar untuk dua orang sebagai objek.
c. Three Shot
Pengambilan gambar untuk tiga orang sebagai objek.
d. Group Shot
Pengambilan gambar untuk sekelompok orang sebagai objek.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan gambar, diantaranya
v  Headroom, merupakan ruang diatas kepala yang berfungsi membatasi bingkai dan bagian atas kepala objek.
v  Noseroom, arah pandang atau ruang gerak objek dalam sebuah frame, bertujuan untuk memberikan ruang pandang sehingga terkesan bahwa objek memang sedang melihat sesuatu.
v  Foreground, segala sesuatu yang menjadi latar depan dari objek.
v  Background, segala sesuatu yang menjadi latar belakang objek.

TIPS HUNTING
  1. Persiapan Awal
1.    Siapkan kamera dan peralatan lain yang di butuhkan (seperti flash, tripot, filter, dll)
2.    Sebelum memulai hunting rencanankan konsep dan obyek apa yang akan diambil.

  1. Pada Saat Hunting
1.    Ambil semua obyek yang memang ada dilokasi dan pikirkan pula apa yang akan di ceritakan pada foto yang akan diambil.
2.    Untuk pemula, mulailah hunting dengan obyek yang beragam dan dasar, seperti landscape, human interest, portrait, arsitektur,dll. Kemudian menuju jenis-jenis foto yang lebih mengarah ke jurnalistik seperti features, spot, essay dan stories.
  1. Pasca Hunting
1.    Setelah hasil hunting jadi, lakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari hunting kita.
2.    Yang terpenting, lakukan presentasi foto dan pameran untuk menunjukkan hasilhunting kita ke banyak orang.

Alat-Alat Yang Di butuhkan Seorang Fotografer


Dalam pemotretan, selain menggunakan kamera dengan segala fasilitasnya, ada kalanya kita memerlukan alat pendukung untuk memaksimalkan hasil pemotretan kita. Alat pendukung ini sangat berguna untuk membantu kita dalam setiap pemotretan dan penggunaan alat bantu fotografi tergantung pada kebutuhan kita. Penggunaan alat bantu dapat mempengaruhi hasil pemotretan yang akan kita peroleh. Semuanya tergantung pada sejauh mana kreatifitas kita dalam menciptakan karya fotografi dan seperti apa foto yang kita inginkan. Ada 3 jenis alat bantu fotografi yang harus kita kenali, yaitu:
ALAT BANTU PEMOTRETAN
a. Filter
Sesuai dengan namanya alat ini cara kerjanya sama seperti filter pada umumnya yaitu sebagai penyaring, jika di dalam rokok berguna menyaring asap tapi disini filter berfungsi menyaring cahaya yang masuk sehingga menimbulkan efek-efek yang kita inginkan. Penggunaannya dengan cara dipasang  diujung  lensa. Bentuk filter ada  dua  yaitu square (kotak) dan circle (bulat). Jika menggunakan filter square, kita harus menambahkan ring khusus  di depan lensa. Untuk penggunaan filter yang bentuknya bulat, kita harus memperhatikan diameter dari lensa kamera yang kita gunakan.  Macam – macam filter dan kegunaannya antara lain :
a.       filter PL, memekatkan warna dan menghilangkan refleksi
b.      filter UV, mengurangi sinar ultra violet.
c.       filter ND (natural density), mengurangi contrast.
d.      filter warna, memberi efek warna.
e.       filter soft, melembutkan objek.
f.       filter diffuser, hampir sama dengan filter soft, tapi lebih halus.
g.      filter cross, memberi efek cross/silang pada sumber cahaya.
h.      filter multi image, memberi efek multi image.
i.        filter multi expose, digunakan dalam pemotretan multi expose.
j.        filter gradasi, memberi efek gradasi warna
b. Tudung Lensa
Alat yang dipasang pada lensa ini berfungsi menghilangkan cahaya/sinar yang tidak diinginkan masuk kedalam lensa karena cahaya tersebut biasanya dapat menyebabkan flare pada hasil pemotretan. Flare dapat merusak hasil foto karena menurunkan kontras dan mengurangi saturasi warna.  Alat ini sangat berguna terutama pada pemotretan yang berhadapan langsung dengan arah datangnya cahaya.
c. Tripod
Tripod atau biasa disebut kaki tiga berfungsi sebagai peyangga kamera saat pemotretan agar kamera tidak mengalami guncangan (shaking). Biasanya digunakan pada pemotretan yang menggunakan kecepatan (speed ) rendah/lambat dan untuk menopang lensa-lensa panjang.
d. Monopod
Mempunyai fungsi yang sama dengan tripod tetapi hanya bentuknya yang berbeda yaitu hanya satu kaki sehingga lebih praktis.
e. Kabel Release
Bentuknya hampir seperti injeksi yang lentur berfungsi untuk menghindari goncangan saat shutter ditekan karena saat memakai alat ini kita tidak perlu menekan shutter secara langsung. Penggunaannya dipasang pada soket kabel release yang biasanya terdapat pada tombol shutter. Biasanya ini soulmate-nya tripod dan biar penggunaan tripod lebih afdol.
f. Background
Kain atau latar belakang yang digunakan untuk pemotretan studio dengan berbagai macam gambar, pola dan warna.
g. Stand Background
Alat penyangga background, dan dalam penggunaannya paling tidak ada 2 stand. Alat ini bisa dinaik – turunkan sesuai kebutuhan.

ALAT BANTU PENCAHAYAAN
a.       Flash atau Blitz
Diperlukan dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim, misalnya pemotretan pada malam hari. Meskipun demikian, tidak diharamkan bagi kita untuk menggunakan flash pada siang hari, saat cahaya yang ada sudah cukup banyak/terang. Penggunaan flash pada siang hari biasanya untuk fill in. Sumber tenaga flash berasal dari baterai. Flash dapat digunakan sesuai dengan kekuatannya, jaraknya, hingga fasilitas lebih yang dimilikinya.
b.      Slave Unit
Dapat disebut sebagai alat sensor. Cara kerja slave unit adalah menangkap cahaya dari main light (sumber cahaya utama) untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut.
c.       Sincro Cable/Kabel Sinkro
Kabel yang digunakan untuk membantu menyalakan flash tambahan atau sumber cahaya pemotretan yang lain. Cara penggunaan kabel sinkro yaitu dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya tambahan ke body kamera.
d.      Holder atau Braket
Alat ini digunakan jika kita merasa perlu menggunakan flash tambahan. Holder berfungsi sebagai penyangga flash tambahan dan slave unit. Penggunaannya dengan cara dipasang pada body kamera.
e.       Strobo atau Strobe
Alat ini hampir mirip dengan flash, tapi bentuknya lebih besar dan cahaya yang dihasilkan juga lebih besar. Strobo dapat menyimpan cahaya dengan sumber tenaga yang berasal dari tenaga listrik AC atau baterai kering. Strobo memiliki sensor yang dapat menangkap main light sumber cahaya utama. Jadi strobo akan menyala secara otomatis ketika ada main light yang dinyalakan.  Jika tidak menggunakan main light, strobo dapat diaktifkan dengan cara menghubungkan kabel sinkro langsung dari strobo ke kamera. Ukuran kekuatan cahaya yang dihasilkan strobo dapat kita atur sesuai selera kita. Alat ini lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor.
f.       AC Slave
Hampir mirip dengan strobo cara kerja dan penggunaannya. Tetapi sifat arah cahaya dari AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah.
g.      Snoot
Alat ini berfungsi mengarahkan cahaya pada satu titik agar tidak menyebar/terpusat. Bentuk snoot menyerupai corong dan juga lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor. Biasanya juga digunakan untuk pemotretan double dan multi expose.
h.      Payung Reflektor
Sifat cahaya yang dihasilkan lebih luas sehingga bayangan dan cahaya keseluruhan menjadi lebih lembut. Payung reflektor memiliki bermacam-macam warna. Warna standardnya putih, tapi ada juga yang berwarna perak (menghasilkan cahaya yang lebih kuat) dan emas(menghasilkan cahaya yang hangat) . Sumber cahaya alat ini berasal dari strobo.
i.        Reflektor
Digunakan untuk memberi cahaya tambahan yang merupakan pantulan cahaya dari main light. Biasanya berbentuk bundar dan kotak. Pada umumnya memiliki 3 warna yaitu putih, perak dan emas. Kita juga dapat menggunakan sehelai  kain putih, styrofoam dan kertas mengkilap sebagai reflektor yang berguna pada saat pemotretan.
j.        Soft Box
Sebuah kotak yang terbuat dari kain dengan kedudukan atau rangka yang berbentuk seperti pyramid. Cahaya yang dihasilkan softbox lebih lembut daripada cahaya yang dihasilkan payung reflektor maupun reflektor. Softbox memiliki bermacam-macam ukuran(semakin besar ukurannya semakin lembut cahaya yang dihasilkan). Sumber cahaya Soft Box juga berasal dari strobo.
k.      Barndoors
Berbentuk segi empat dan bewarna gelap. Biasanya dipasang pada soft box. Kegunaan dari barndoors adalah untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya.
l.        Honeycomb/Sarang Tawon
Alat ini sejenis dengan filter dan bentuknya bundar seperti sarang tawon, tapi dipasang pada lampu/sumber cahaya. Berfungsi untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek..
m.    Light Stand
Alat yang digunakan untuk menyangga lampu studio.
n.      Flash Meter
Berfungsi sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya dalam pemotretan indoor atau outdoor. Alat ini lebih akurat daripada light meter yang ada pada kamera.
o.      Infrared Sender
Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash atau lampu studio
p.      Trigger
Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro

ALAT CUCI CETAK
  1. Cuci
§  Changing Bag
Kantong hitam kedap cahaya yang berguna untuk mengeluarkan film dari selongsongnya kemudian untuk kemudian digulung di roller dan dimasukkan ke dalam developer tank. Terdapat dua lubang untuk masuknya tangan dan satu lubang besar dengan dua resleting untuk masuknya peralatan cuci film.
§  Alat pemotong / gunting
Untuk memotong film setelah digulung ke roller.
§  Developer tank
Tabung berbentuk silinder yang kedap cahaya dan digunakan untuk mencuci film secara manual. Di dalam alat ini terdapat roller yang berfungsi menggulung film dari selongsong film.
§  Chemical
Cairan untuk memproses film (proses cuci), yaitu
–   Developer, mengembangkan emulsi.
–   Stopbath, menghentikan pengembangan.
–   Fixer, menetapkan gambar.
–   Air, membilas hasil cucian dan cetakan.
–   Wetting agent, menghilangkan bercak-bercak pada film dan menghindari goresan pada negatif
Chemical di atas, dalam penggunaannya harus berurutan.
§  Thermometer
Untuk mengukur suhu ruangan sebagai patokan waktu dalam mencuci film
§  Gelas Ukur
Untuk memudahkan dalam menakar banyaknya chemical yang akan digunakan dalam memproses film.
§  Penjepit film
Alat yang berguna untuk mengeringkan film yang sehabis dicuci dengan cara digantung untuk menghindari negatif terlipat-lipat dan menghindari baret.
  1. Cetak
§  Chemical
Chemical yang digunakan untuk proses cetak disini sama saja dengan yang digunakan dalam proses cuci tapi tidak memerlukan wetting agent.
§  Enlarger / vergroot apparaat.
Alat untuk mencetak foto. Dengan lampu yang mempunyai watt besar untuk menyinari negatif dan membakar kertas foto. Enlarger dihubungkan dengan timer yang berfungsi untuk mengatur waktu yang diperlukan untuk menyinari negatif foto. Perlengkapan enlarger hampir sama dengan kamera yaitu mempunyai pemfokusan dan diafragma.
§  Bak
Berbentuk segi empat untuk tempat chemical cetak yang ukurannya cukup untuk kertas foto yang akan kita cetak (biasanya 10 R sampai 12 R).
§  Penjepit kertas
Untuk menghindari kontak langsung dengan chemical dan meminimalisir baret pada hasil cetakan, maka diperlukan alat yang satu ini.
§  Dryer / pemanas
Mengeringkan kertas foto yang telah dicetak lebih merata agar foto tidak mengalami bercak-bercak.

ALAT PENYIMPANAN DAN PERAWATAN PERALATAN FOTOGRAFI
1.      Dry Box
Lemari anti lembab untuk menyimpan peralatan fotografi yang sangat rentan terhadap serangan jamur terutama pada lensa. Lemari ini dilengkapi dengan lampu yang mempunyai watt rendah (biasanya 2,5 watt) agar suhu lemari tetap terjaga dan mengantisipasi kelembaban. Suhu yang dianjurkan adalah 20°C.
2.      Waterproof Bag
Tas kedap air yang berfungsi sebagai tempat sementara peralatan fotografi pada saat hunting ketika musim hujan, agar peralatan fotografi kita tidak basah.
3.      Blower Brush
Alat yang dapat mengeluarkan semburan udara untuk membersihkan debu yang menempel pada kamera.
4.      Tisu Lensa
Tisu khusus untuk membersihkan lensa.
5.      Silica Gel
Zat pengering yang digunakan untuk menangkal kelembaban

Tuesday, 4 February 2014

Tentang BitCoin Dan Cara Mendapatkan Bitcoin


bitcoin
Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang di buat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak open source yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-to-peer yang menghubungkan semuanya. Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node - node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi - fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin - bitcoin hanya dapat di habiskan oleh orang mempunyainya, dan tidak boleh dilakukan lebih dari satu kali.

Desain dari Bitcoin memperbolehkan untuk kepemilikan tanpa identitas (anonymous) dan pemindahan kekayaan. Bitcoin - bitcoin dapat di simpan di komputer pribadi dalam sebuah format file wallet atau di simpan oleh sebuah servis wallet pihak ketiga, dan terlepas dari semua itu Bitcoin - bitcoin dapat di kirim lewat internet kepada siapapun yang mempunyai sebuah alamat Bitcoin. Topologi peer-to-peer bitcoin dan kurangnya administrasi tunggal membuatnya tidak mungkin untuk otoritas, pemerintahan apapun, untuk memanipulasi nilai dari bitcoin - bitcoin atau menyebabkan inflasi dengan memproduksi lebih banyak bitcoin.

Singkatnya bitcoin adalah mata uang elektronik yang didasari oleh teknologi yang paling baru dan mulai menjadi pilihan sebagai pengganti emas. Bitcoin sendiri dibuat dari gabungan berbagai teknologi dari cryptografi, ekonomi dan network membentuk sebuah program yang terdiri dari network peer-to-peer yang kokoh dan hampir mustahil untuk diserang, teknologi atau lebih tepatnya mata uang baru ini disebut cryptocurrency. Bitcoin ini pada akhirnya berfungsi sebagai mata uang.

Berdasarkan DailyDotCom penggunaan Bitcoin atau mata uang cryptografi ini terus meningkat drastis. Tahun 2012 lalu titik transaksi tertinggi berhasil diraih dengan transaksi mencapai 58.000 per hari. Sekarang setelah tahun baru transaksi Bitcoin terus stabil pada titik 50.000 transaksi per harinya. Pengguna internet terus antusias menggunakan bitcoin sebagai mata uang internet yang sepenuhnya bersifat digital. Bahkan perusahaan raksasa seperti Wordpress sekarang menerima mata uang bitcoin dalam penyediaan jasanya. Berdasarkan Forbes bitcoin menjadi alternatif mata uang yang populer karena kemudahannya dalam penggunaannya, sistem yang terdesentralisasi dan akses yang tersedia untuk semua orang menjadi daya tarik utama dalam mata uang ini.

Bahkan Bitcoin sendiri pernah dikabarkan menjadi saingan utama industri perbankan. Macleans menuturkan bahwa Bitcoin berbeda dengan mata uang online yang pernah ada di internet. Sistem yang terdesentralisasi berarti peredaran uang tidak bisa diatur oleh siapapun. Dan layaknya uang kas, transaksi bitcoin terjadi langsung dari orang ke orang tanpa perantara sehingga biaya pengiriman sangatlah minim dan transaksi ini terjadi tanpa ada batasan apapun. Sistem yang terdesentralisasi juga menjaga keamanan privasi pemilik bitcoin dan memastikan bahwa uang bitcoin mereka tidak bisa dibekukan oleh siapapun. Penggunaan bitcoin sendiri juga terus meningkat. Mt.Gox, exchanger bitcoin terbesar menunjukkan bahwa mereka telah melakukan penukaran bitcoin dengan dollar hingga mencapai titik fantastis sebesar $3 juta dollar dengan nilai tukar 1 bitcoin untuk 13 dollar. Kedepannya bitcoin diramalkan akan terus meningkat dan pengguna bitcoin akan terus bertambah.

bitcoin

Seperti layaknya mata uang lainnya Bitcoin telah digunakan di banyak tempat seperti :
  1. Perdagangan barang umumnya seperti di Forum Jual Beli : Bitmit, BitcoinMarketPlace.
  2. Penukar Bitcoin dengan mata uang lain seperti USD, Yen, Euro, dll : mtgox, bitcoincharts.
  3. Forex menggunakan bitcoin : Bit4X, FirstNationaLib.
  4. Penyedia jasa penyimpanan wallet bitcoin. Berfungsi layaknya account Paypal, LR dll : BlockChain, CoinBase, WalletBit.
Untuk mengetahui tentang bitcoin lebih lanjut anda dapat melihat di weusecoins.com atau bitcoin.org.

Sekarang saya akan membagikan cara mendapatkan bitcoin secara GRATIS, tetapi sebelum mendapatkan Bitcoin, anda harus memiliki wallet tempat menyimpan Bitcoin yang anda dapatkan. Untuk membuat wallet bitcoin, silahkan ikuti petunjuk dibawai ini :
  • Buka situs Blockchain atau klik DISINI.
  • Klik Wallet (lihat gambar dibawah yang ditandai dengan kotak berwarna merah dengan angka 1).
  • Jika mau, anda dapat merubah bahasa dengan bahasa yang anda inginkan (lihat kotak merah dengan angka 2 pada gambar dibawah).
wallet bitcoin
  • Setelah mengikuti langkah pada Poin 2 anda akan dibawa pada halaman berikut :
wallet bitcoin1
  • Klik Start A New Wallet dan anda akan masuk pada halaman form pendaftaran.
wallet bitcoin2
  • Untuk mengisi form pendaftaran silahkan mengikuti langkah-langkahnya sebagai berikut :
    1. Alias : dapat di isi dengan nama anda atau text lainnya yang berguna untuk membantu login ke wallet anda.
    2. Password : password anda harus berisi minimal 10 karakter dengan gabungan huruf, angka dan simbol. Ingat passwor yang anda buat, karena tidak akan ada fitur reset password yang akhirnya dapat membuat anda kehilangan akun wallet anda.
    3. Captcha : isi captcha sesuai dengan karakter yang muncul diatasnya.
    4. Jika sudah selesai, klik Continue dan anda dapat login ke wallet yang sudah anda buat tadi.
  • Setelah anda login ke wallet yang telah dibuat tadi, anda akan diberikan alamat wallet yang menjadi sarana untuk menerima dan mengirim bitcoin. Alamat wallet anda berupa gabungan angka dan hutuf contohnya : 19ZZ8DZsb5qhtchuKPZWET7Uj8rDoj4KgmB.
Jika anda sudah memiliki wallet bitcoin, sekarang saatnya saya akan membagikan dimana anda bisa mendapatkan bitcoin secara gratis. disini

Cara Kerja BitCoin

Cara kerja Bitcoin

btcBitcoin adalah mata uang digital yang ada hampir seluruhnya di ranah maya, tidak seperti mata uang fisik seperti dolar dan euro. Semakin banyak pendukung mendukung penggunaannya sebagai mata uang alternatif yang dapat membayar untuk barang dan jasa seperti mata uang konvensional. Bitcoin adalah yang pertama dan mudah cryptocurrency paling populer, atau mata uang yang menggunakan cryptography(1) (lihat “Definisi dan Konsep Key” di akhir artikel) untuk mengendalikan penciptaan, administrasi dan keamanan.
Bitcoin didirikan pada tahun 2009 oleh seorang individu atau kelompok misterius dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, yang identitas aslinya belum terungkap dan yang meninggalkan proyek pada tahun 2010. Itu meroket ke menonjol pada tahun 2013, ketika nilai Bitcoin yang melonjak lebih dari 10 kali lipat dalam jangka waktu dua bulan, dari $ 22 di Februari ke rekor $ 266 di bulan April. Pada puncaknya, berdasarkan lebih dari 10 juta Bitcoins dikeluarkan, cryptocurrency membual nilai pasar lebih dari $ 2 miliar.
Bitcoin Versus Mata Uang Konvensional
Bitcoin berbeda dari mata uang konvensional dalam beberapa hal yang sangat mendasar, seperti yang tercantum di bawah ini (demi kesederhanaan, kita menggunakan dolar AS sebagai proxy untuk mata uang konvensional).
  • Bitcoin menggunakan teknologi P2P tanpa otoritas pusat: Bitcoin adalah mata uang desentralisasi dikelola oleh teknologi peer-to-peer (P2P)(2), tanpa otoritas pusat. Semua fungsi seperti penerbitan Bitcoin, proses transaksi dan verifikasi dilakukan secara kolektif oleh jaringan, tanpa pengawas pusat atau lembaga untuk mengawasi operasi. Sebaliknya, mata uang konvensional dikeluarkan oleh bank sentral sebagai bagian dari mandatnya untuk mengelola kebijakan moneter nasional. Di AS, Federal Reserve hanya memiliki kekuatan untuk mengeluarkan dollar, melainkan juga otoritas pusat yang melakukan kebijakan moneter, mengawasi bank, memelihara stabilitas sistem keuangan, dan menyediakan jasa keuangan kepada lembaga penyimpanan.
  • Bitcoin utamanya digital: Meskipun Bitcoins fisik yang tersedia dari perusahaan seperti Casascius dan BitBills, Bitcoin telah dirancang terutama untuk menjadi mata uang digital. Bitcoins fisik sedikit dari hal yang baru, dan gagasan tentang bentuk nyata mengalahkan tujuan mata uang digital, menurut pendukung yang paling bersemangat konsep. Sebaliknya, dolar Anda ada terutama dalam bentuk fisik, saldo yang Anda pegang di bank Anda dan broker online dapat dikonversi menjadi dolar fisik dalam beberapa menit jika Anda inginkan.
  • Bitcoin memiliki 21 juta maksimum: Jumlah Bitcoins yang akan dikeluarkan dibatasi sebesar 21 juta. The Bitcoin “mining” (3) proses saat menciptakan 25 Bitcoins setiap 10 menit (jumlah dibuat akan dibelah dua setiap empat tahun), sehingga batas itu tidak akan tercapai sampai tahun 2140. Sementara Bitcoin kritikus berpendapat bahwa batas maksimum tidak cukup besar, pendukung mempertahankan bahwa karena setiap Bitcoin dibagi untuk delapan tempat desimal, jumlah Bitcoins pecahan (disebut “satoshis”) – pada 21 x 1014 – akan lebih dari cukup untuk semua aplikasi dibayangkan. Mata uang konvensional, di sisi lain, dapat diterbitkan tanpa batas.
  • Bitcoin adalah produk kompleks: Konsep cryptocurrencies pada umumnya adalah muskil dan abstrak, dan memahami bagaimana dan mengapa Bitcoin bekerja membutuhkan tingkat pengetahuan teknologi.
  • Bitcoin memiliki penerimaan yang terbatas: Ini memiliki penerimaan yang terbatas sejauh ini dan tidak dapat digunakan di depan toko-toko bata-dan-mortir, meskipun yang akhirnya dapat berubah jika terus mendapatkan traksi. Dolar, di sisi lain, memiliki penerimaan hampir universal sebagai mata uang cadangan global di dunia.
  • Transaksi Bitcoin memiliki keterbatasan: Transaksi Bitcoin dapat memakan waktu selama 10 menit untuk konfirmasi. Transaksi juga dapat diubah dan hanya dapat dikembalikan oleh penerima Bitcoin. Keterbatasan ini tidak ada dengan mata uang konvensional, di mana transaksi debit dan kredit dikonfirmasi dalam hitungan detik, transaksi tertentu juga dapat dikembalikan karena alasan yang sah oleh originator, tanpa harus bergantung pada kemurahan penerima.
  • Saldo Bitcoin tidak diasuransikan: Ini berarti bahwa jika Anda kehilangan Bitcoins Anda untuk alasan apapun – misalnya, crash hard drive, atau hacker mencuri dompet digital di mana Bitcoins Anda disimpan, atau pertukaran Bitcoin mana Anda memegang keseimbangan pergi keluar dari bisnis – Anda memiliki sedikit jalan. Mata saldo diadakan di bank, di sisi lain, telah diasuransikan terhadap peristiwa tertentu seperti kegagalan usaha bank oleh badan-badan seperti Federal Deposit Insurance Corporation di AS
Bagaimana Bitcoin Bekerja
Katakanlah Anda ingin menguji air Bitcoin. Hal pertama yang perlu Anda lakukan sebagai pengguna baru adalah menginstal dompet digital di komputer atau perangkat mobile. Dompet ini hanyalah sebuah gratis, program perangkat lunak open-source yang akan menghasilkan alamat Bitcoin pertama dan berikutnya Anda. Ada tiga jenis dompet – dompet perangkat lunak (diinstal pada komputer Anda), mobile wallet (yang berada pada perangkat mobile Anda) atau dompet Web (terletak di situs penyedia layanan yang host Bitcoins).
Bitcoin menggunakan kunci publik encryption(4) teknik untuk keamanan. Ini berarti bahwa ketika alamat Bitcoin baru dibuat, sepasang kunci kriptografi yang terdiri dari kunci publik dan kunci pribadi – yang pada dasarnya unik, string panjang huruf dan angka – dihasilkan.
Setiap alamat memiliki keseimbangan Bitcoins sendiri, sehingga semua yang perlu Anda lakukan adalah mendapatkan sejumlah Bitcoins yang akan diadakan di salah satu alamat di dompet Anda. Anda dapat memperoleh Bitcoins melalui beberapa cara – dengan membeli mereka dari pertukaran mata uang Bitcoin seperti Mt. Gox atau Bitstamp, atau melalui layanan seperti BitInstant yang memungkinkan transfer dana antar sentral Bitcoin dan mendukung mekanisme pembayaran berbagai.
Perhatikan bahwa semua transaksi Bitcoin disimpan publik dan permanen pada jaringan Bitcoin, yang berarti bahwa keseimbangan dan transaksi alamat Bitcoin dapat dilihat oleh siapa pun. Para ahli karena itu merekomendasikan bahwa pemilik Bitcoin membuat alamat baru untuk setiap transaksi sebagai cara untuk menjamin privasi dan meningkatkan keamanan.
Setelah Anda membuat alamat Bitcoin dan telah memperoleh Bitcoins, Anda dapat menggunakannya untuk transaksi online dengan perusahaan yang menerima Bitcoins sebagai cara pembayaran. Perusahaan akan mengirimkan alamat Bitcoin yang Anda dapat mengirim pembayaran Bitcoin Anda. Anda mengarahkan pembayaran ke alamat tersebut, sedangkan transaksi berlangsung dalam hitungan detik, verifikasi dapat memakan waktu 10 menit atau lebih.
Semua transaksi Bitcoin, tanpa kecuali, termasuk dalam log transaksi publik bersama yang dikenal sebagai “rantai blok”. Ini untuk menegaskan bahwa pihak menghabiskan Bitcoins benar-benar memiliki mereka, dan juga untuk mencegah penipuan dan double-spending.5
Mengapa verifikasi transaksi atau konfirmasi membutuhkan waktu begitu lama? Karena algoritma kompleks yang terlibat dalam Bitcoin pertambangan (lihat keterangan di bawah) mengambil waktu untuk menyelesaikan, bahkan dengan daya komputasi yang sangat besar di pembuangan seseorang.
Contoh Transaksi Bitcoin
Mari kita berasumsi bahwa Anda ingin melakukan pembayaran online untuk perusahaan – menyebutnya BitChamp – menggunakan 5 Bitcoins yang Anda miliki dalam sebuah alamat di dompet digital Anda. Berikut adalah langkah-langkah dalam transaksi:
  1. BitChamp menciptakan alamat Bitcoin baru dan mengarahkan Anda untuk mengirim pembayaran Anda untuk itu. Hal ini menciptakan sebuah kunci pribadi (yang hanya diketahui BitChamp) dan kunci publik (tersedia bagi Anda dan orang lain). Perhatikan bahwa hanya sebagai penjual tidak perlu tahu identitas fisik Anda jika Anda membayar tunai, Anda tidak perlu mengungkapkan identitas Anda ke BitChamp dan dapat tetap anonim.
  2. Anda menginstruksikan klien Bitcoin Anda (perangkat lunak bebas pertama Bitcoin yang diinstal pada komputer Anda) untuk mentransfer 5 Bitcoins dari dompet Anda ke alamat BitChamp. Ini adalah pesan transaksi.
  3. Klien Bitcoin Anda secara elektronik akan “tanda” permintaan transaksi dengan kunci pribadi dari alamat dari mana Anda mentransfer Bitcoins. Ingat bahwa kunci publik Anda tersedia bagi siapa saja untuk verifikasi tanda tangan.
  4. Transaksi Anda disiarkan ke jaringan Bitcoin dan akan diverifikasi dalam beberapa menit. The 5 Bitcoins telah berhasil dipindahkan dari alamat Anda ke alamat BitChamp.
Perhatikan bahwa hanya dua langkah pertama melibatkan aksi oleh penjual dan Anda masing-masing. Dua yang terakhir langkah yang otomatis dijalankan oleh perangkat lunak klien Bitcoin dan jaringan Bitcoin. Selain itu, menyimpan kunci pribadi yang melekat pada alamat aman dan aman adalah yang paling penting, jika tidak, siapa saja yang memperoleh kunci pribadi dapat mengontrol Bitcoins di alamat itu dan menggunakannya curang.
Bitcoin Pro dan Kontra
Bitcoin memiliki sejumlah keuntungan:
  • Sebagai cryptocurrency pertama yang menangkap imajinasi publik, Bitcoin memiliki “first mover” keuntungan dan kepala mulai dari kompetisi.
  • Jumlah penerbitan terbatas 21 juta, sehingga tidak mungkin mendevaluasi karena prospek arus besar Bitcoins baru.
  • Sebagai mata uang desentralisasi, Bitcoin bebas dari campur tangan pemerintah dan manipulasi.
  • Biaya transaksi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan mata uang konvensional.
Di sisi lain, kelemahan Bitcoin meliputi:
  • Harga Bitcoin yang telah semakin stabil, sehingga sulit untuk menilai nilai riil dan meningkatkan resiko kerugian bagi investor di cryptocurrency tersebut.
  • Relatif anonimitas dari Bitcoin dapat mendorong penggunaannya untuk kegiatan ilegal dan terlarang seperti penggelapan pajak, pengadaan senjata, perjudian dan pengelakan kontrol mata uang.
  • Fakta bahwa Bitcoins ada terutama dalam bentuk digital membuat mereka rentan terhadap kehilangan.
Kesimpulan
Bitcoin telah membuat kemajuan yang signifikan dalam adopsi dan penggunaan sejak diresmikan pada tahun 2009. Its evolusi selama beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah ini cryptocurrency terkemuka akan menjadi bagian integral dari sistem keuangan global, atau apakah itu ditakdirkan untuk tetap menjadi pemain niche.
Definisi dan Konsep Kunci
(1) Kriptografi mengacu pada praktek dan teknik menggunakan enkripsi untuk komunikasi yang aman dan transmisi data dan informasi.
(2) Dalam sebuah jaringan P2P, sekelompok komputer yang terhubung untuk memungkinkan berbagi sumber daya dan informasi oleh pengguna, dan tidak ada lokasi pusat untuk jaringan. Hal ini bertentangan dengan jaringan client-server yang khas, di mana server pusat mengontrol tingkat akses pengguna ke sumber daya jaringan bersama. Aplikasi populer dari konsep P2P Skype dan layanan file-sharing seperti BitTorrent.
(3) Bitcoin mining merujuk pada tugas komputasi-intensif menghasilkan Bitcoins. Sementara komputer manapun bisa dimasukkan untuk tugas pertambangan Bitcoin dengan menggunakan aplikasi pertambangan gratis, pada kenyataannya banyak daya komputasi yang dibutuhkan untuk memecahkan algoritma yang sangat kompleks yang terlibat dan berbagi mereka solusi dengan seluruh jaringan Bitcoin. Proses penambangan cukup rumit dan melibatkan konsep canggih seperti hash kriptografi dan nonces.
Dalam istilah sederhana, Bitcoin penambang menggunakan komputer kuat untuk melacak dan mengkompilasi tertunda transaksi Bitcoin setiap 10 menit ke blok baru. Penambang ini kemudian mulai bekerja melakukan intensif angka-angka yang diperlukan untuk memverifikasi semua transaksi di blok. Ini adalah proses yang kompetitif, dan penambang pertama yang memecahkan algoritma dan memverifikasi transaksi mengirimkan hasilnya ke seluruh jaringan Bitcoin. Setelah konfirmasi dengan sisa jaringan, blok kemudian ditambahkan ke rantai blok. Setiap blok memiliki sejumlah Bitcoins dalam “coinbase” transaksi yang dibayarkan kepada penambang sukses. Hadiah ini didirikan pada 50 Bitcoins ketika sistem pertama mulai beroperasi pada 2009, namun dipotong setengahnya menjadi 25 Bitcoins pada November 2012, dan akan mengurangi 50% kira-kira setiap empat tahun.
(4) enkripsi kunci publik menggabungkan kunci publik dan sebuah kunci pribadi. Sedangkan kunci publik tersedia bagi siapa saja, kunci pribadi yang cocok disimpan dengan aman di dalam dompet digital dan umumnya dilindungi sandi. Setiap transaksi Bitcoin ditandatangani oleh kunci pribadi pengguna memulai, memberikan bukti matematis bahwa itu memang berasal dari pemilik alamat, dan mencegah transaksi dari yang diubah setelah telah diterbitkan. Karena sepasang kunci secara matematis terkait, data atau informasi yang dienkripsi dengan kunci pribadi hanya dapat didekripsi atau diuraikan dengan kunci publik yang sesuai dan sebaliknya.
(5) pengeluaran ganda berarti menghabiskan uang digital yang sama dua kali, sesuatu yang tidak mungkin dengan mata uang fisik.


sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Template by:

tria33 Blog Templates